Karena Hal Ini Hacker Iran Bobol Situs Pemerintah Amerika Serikat
Untuk kematian Jenderal Qassem Soleimani, ada sekelompok yang mengaku sebagai hacker yang berasal dari Iran untuk meretas situs pemerintah Amerika Serikat (AS) dan mengantakan akan megunggah pesan-pesan bahwa mereka bersumpah akan membalas dendam dengan apa yang sudah terjadi.
Pada hari Sabtu (4/1), situs web Program Perpustakaan Penyimpanan Federal diretas dan diganti dengan halaman berjudul 'Peretas Iran!'. Laman itu menampilkan gambar-gambar pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan bendera Iran.
"Kemartiran adalah hadiah (Soleimani) atas kerja keras selama bertahun-tahun," tulis pesan tersebut disertai gambar Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ditinju, dilansir dari laman The Guardian, Senin (6/1).
"Ini hanyalah sebagian kecil dari kemampuan dunia maya Iran!" tulis pesan lainnya.
Jenderal Qassem Soleimani adalah pemimpin Pasukan Quds, pasukan elite Iran, yang tewas dalam serangan drones yang dilancarkan Amerika Serikat pada Jumat (3/1) di Baghdad.
Kematian Soleimani memicu kemarahan Iran, baik dari kalangan pejabat maupun rakyat, di mana mereka menyatakan akan membalas dendam. Laporan terbaru menyebutkan Iran menggelar pengibaran bendera merah di Kubah Masjid Jamkaran sebagai simbol balas dendam dan perang.
Pentagon mengatakan serangan tersebut adalah arahan langsung dari presiden. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembunuhan terhadap Soleimani bertujuan untuk mencegah perang karena ia merencanakan serangan terhadap AS.
Trump telah memperingatkan bahwa Washington menargetkan 52 situs di Iran dan akan meyerang mereka 'sangat cepat dan sangat keras' jika Iran menyerang personel atau aset AS.
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment