Demi Hindari Awan Tebal, Helikopter Kobe Bryant Sempat Terbang Lebihi Ketinggian


Mengenai mencari tahu penyebab jatuhnya helikopter yang ditumpangi Kobe Bryant dan putrinya, tim penyidik Amerika Serikat sudah mulai menjalankan tugasnya untuk menulusuri kejadian naas itu terjadi. Diketahui dalam helikopter tersebut ada 9 orang termasuk Kobe Bryant dan putrinya, semuanya pun tewas dalam kecelakaan itu.

Penyelidikan kasus tersebut akan difokuskan untuk menyelidiki pada faktor cuaca saat kejadian dan adanya kemungkinan kegagalan mekanis pada helikopter.

Tim investigator yang terjun berasal dari Administrasi Penerbangan Federal (FAA), Dewan Keamanan Transportasi Nasional (NTSB), dan agen-agen federal. Agen federal memiliki tim yang terdiri dari sekitar 20 orang di LA dan akan bekerja dengan FAA, pabrik helikopter dan perusahaan yang membuat mesinnya.

Penyelidik mulai mencari melalui reruntuhan pada hari Senin (27/1). FBI membantu staf NTSB mendokumentasikan tempat kejadian, yang merupakan prosedur standar.

Helikopter jenis Sikorsky S-76B itu jatuh ke lereng bukit di luar Kota Calabasas, sebelah barat Los Angeles, pada hari Minggu (25/1) pukul 09.45 waktu setempat. Saat itu kondisi cuaca tengah buruk dan berkabut.

Anggota dewan NTSB Jennifer Homendy mengatakan pilot helikopter meminta Peraturan Penerbangan Visual Khusus, izin khusus yang dikeluarkan pengawas lalu lintas udara bagi pilot untuk terbang di tengah cuaca buruk.

Homendy mengatakan helikopter tersebut sempat terbang berputar selama 12 menit sebelum izin diberikan. Pilot juga sempat diimbau bahwa mereka terbang terlalu rendah. Beberapa menit kemudian, pilot mengatakan dia terbang lebih tinggi untuk menghindari lapisan awan. Helikopter naik dan mulai berbelok ke kiri, sebelum akhirnya komunikasi hilang.

"Pilot dapat mengalami disorientasi spasial ketika mereka terbang dalam kondisi mendung, karena kurangnya input visual," kata Thomas Anthony, direktur Program Keselamatan dan Keamanan USC Aviation, dilansir dari laman BBC, Selasa (28/1).

"Karena itu perlu menggunakan instrumen penerbangan yang memberi Anda cakrawala buatan," tambahnya.


Namun, ia juga menekankan bahwa tidak pernah ada penyebab tunggal dalam kecelakaan dan penyelidik perlu melihat terhadap hal-hal apa saja yang terjadi sehingga menyebab kecelakaan tragis ini.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Hukuman Mati Diberikan Oleh Pengancam yang Ingin Penggal Jokowi

Bamsoet: KPK Harus Menuntaskan Kasus Century

Mochamad Iriawan Minta Pemain Garuda Muda Kurangi Main Media Sosial